Kecam Tindakan DPR RI, IMM Jember Kembali Gabung dalam Aliansi Jember Menggugat

Long march aliansi jember menggugat menuju Kantor DPRD

Jember- Merespon disahkannya UU Kontroversional  oleh DPR RI, kader IMM se-Jember kembali bergabung dengan Aliansi Jember Menggugat dalam barisan gerakan aksi tolak Omnibus Law. Sebuah UU yang dianggap janggal secara formil dan materil itu telah mendapatkan banyak kecaman dari segala elemen masyarakat.

“Tertanggal 5 Oktober 2020 Kemarin adalah tanggal di mana kembali kita merasakan kelamnya demokrasi Indonesia, tanggal di mana penghianatan oleh DPR RI dan Pemerintah karena telah mensahkan UU Cipta Kerja yang sebenarnya UU tersebut telah cacat secara formil, material dan dipaksakan. Pengesahan Undang-Undang tersebut juga disahkan secara sepihak tanpa mendengarkan aspirasi masyarakat dan kajian akademis lebih lanjut.” Pernyataan Wisnu Wilyan Daris Ketua PC IMM Cabang terkait gerakan aksi ini.

“Kami juga menganggap bahwa keputusan yang diambil oleh DPR RI terkait pengesahan UU cipta kerja tersebut hanya mengakomodir kepentingan pemodal dan oligarki.” Tegasnya lagi.

Wujud penolakan atas UU ini adalah dengan turunnya massa aksi Aliansi Jember Menggugat berjumlah ribuan peserta yang tergabung dalam 25 elemen termasuk IMM pada Kamis, (8/10/2020). Sejak pagi massa aksi telah berkumpul dan memenuhi jalanan depan Double Way Unej hingga melakukan longmarch ke kantor DPRD Jember yang dipimpin langsung oleh Korlap Andi Saputra. Pengamanan ketat dari jajaran Polres terlihat dengan banyaknya massa polisi dan juga dipasangnya jaring-jaring pengaman kantor DPRD.

Hingga tumpah ruahnya seluruh elemen aliansi memenuhi jalanan di sekitarnya, aksi penolakan terus dilakukan. Treatikal gambaran kondisi kesengsaraan rakyat pasca disahkannya UU Cipta Kerja juga ditampilkan di tengah aksi. Kemudian antitesa dari penolakan UU ini adalah dengan diadakannya sidang rakyat sebagai bentuk kecaman atas ketimpangan yang ada. Pembacaan poin-poin penolakan dari berbagai fraksi (buruh, petani, mahasiswa, perempuan, dan pelajar) dibacakan secara terbuka dan disahkan.

Setelah beberapa kericuhan yang sempat terjadi akhirnya sebanyak 30 perwakilan dari elemen-elemen aliansi beserta Korlap berhasil memasuki kantor DPRD dan membacakan pers release aksi. Tuntutan yang disampaikan adalah menerima penolakan atas disahkan UU Cipta Kerja kemudian Ketua DPRD menandatangani di atas matrai pakta integritas. Hal tersebut sebagai jaminan agar aspirasi tersebut disampaikan secara langsung ke DPR RI.

Dengan membacakan hasil pakta integritas yang telah disepakati oleh DPRD di depan massa aksi, Ketua DPRD berjanji untuk langsung menyampaikan hal tersebut. Selain itu juga berjanji untuk selambat-lambatnya tanggal 15 Oktober 2020 memberikan hasil dari penyampaian aspirasi Aliansi Jember Menggugat yang telah disampaikan kepada DPR RI.

Tim Media (M. Sil)

PC IMM Jember

Website ini adalah situs resmi pimpinan cabang ikatan mahasiswa muhammadiyah (IMM Jember) kabupaten jember. situs ini dibuat dalam rangka memberi dan menyeber luaskan informasi terkait kegiatan dan hal hal yang dilakukan oleh cabang maupun komisariat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *