Kesadaran Ekologi untuk Kemajuan Peradaban

Designed By Bidang Media Komunikasi PC IMM Jember

SUATU KRISIS global telah melanda dunia yang menyentuh hampir seluruh aspek kehidupan. Seperti di bidang kesehatan, teknologi, ekonomi, politik, kualitas lingkungan, dan hubungan sosial. Selain itu, krisis juga melanda dimensi intelektual, moral dan spiritual. Suatu krisis yang menurut Fritjof Capra, seorang ahli Fisika yang ditulis dalam buku Titik Balik Peradaban.

Dalam keadaan yang serba carut-marut ini, kita disadarkan oleh peristiwa alam yang bertubi-tubi. Penulis tidak ingin menyebutnya bencana alam yang diakibatkan oleh hujan deras ataupun kemarahan Tuhan. Namun, keadaan alam ini diakibatkan oleh kelalaian manusia dalam merawat alam dan menyayangi lingkungan. bukankah kita datang ke bumi diutus untuk menjaga dan merawat bumi dengan tidak merusaknya? Seperti yang telah dituliskan dalam QS. Al-A’raf ayat 56.

“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan”. Dari ayat itu harusnya banyak dari kita mulai belajar merawat lingkungan dan tidak merusaknnya.

Bila kita berbicara tentang ekologi, maka kita diingatkan tentang adanya ketidakadilan di dalam masyarakat terhadap lingkungan. Ketidakadilan ini berangkat pertama-tama dari pengertian adanya ketidakadilan yang dilakukan oleh manusia terhadap alam. Karena manusia selalu dihubungkan dengan alam, maka secara konseptual, simbolik, dan linguistik ada keterkaitan antara isu antropologis dan ekologis.

Descartes menganalogikan pengetahuan dengan struktur bangunan dan menekankan peranan manusia yang rasional agar dapat mengamankan bangunan tersebut. Menurutnya, seperti sebuah bangunan, pengetahuan kita harus memiliki fondasi prinsip-prinsip pertama, dan prinsip ini ditemukan di dalam pikiran individu manusia (Discourse on Method). Dalam konsep ini kita harusnya melakukan penyadaran bahwasannya ada kegagalan nalar saat kita menyalahkan alam saat terjadi bencana. Hal ini terjadi karena kita kurang mendalami sifat-sifat alam dalam teori Deep Environmental Ethic yang harusnya menjadikan alam sebagai pusat dari kehidupan serta pemahaman secara radikal. Mengenai konsep Descrates, memberikan isyarat kepada kita sebagai manusia yang dapat berfikir secara rasional untuk tidak menyalahkan alam dalam setiap kejadian bencana alam.

Para Taois melihat semua perubahan dalam alam sebagai manifestasi dari permainan dinamis antara “Yin” dan “Yang”. Polarisasi keduanya sesungguhnya adalah dua kutub yang saling berhubungan. Banyak aspek filosofi yang mengisyaratkan manusia yang harus lebih peka terhadap fenomena alam dengan mengupayakan adanya keseimbangan antara manusia dan alam. Dalam hal ini harus kita fahami bahwa, jika salah satu poros dihilangkan atau kacaukan, maka itu dapat berakibat buruk pada poros lainnya.

Sejak Trend lingkungan merebak, bukan saja di kalangan aktivis tetapi juga pemerintahan sebagai gudang proyek, tak banyak yang menyadari bahwa isu lingkungan berkaitan erat dengan keberlangsungan kehidupan mendatang. Kita sering lupa dalam menghadapi dan menerapkan kebijakan-kebijakan yang tidak pro pada alam, deforestasi, mengeruk sumber daya alam secara membabi buta, rencana ibu kota baru, dan degradasi-degradasi yang lain. Jadi, kita masih perlu banyak merevisi kebijakan negara dan memperbaiki perilaku manusia hari ini dalam menjaga alam dan merawat lingkungan.

*) Oleh Bryan Bagus Bayu Pratama (Ketua Bidang RPK PC IMM Jember)

*) Tim Medkom PC IMM Jember Menerima Opini baik Dari Kader Ataupun Alumni IMM. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Opini Dikirim Ke Alamat Email Immjember@email.com

PC IMM Jember

Website ini adalah situs resmi pimpinan cabang ikatan mahasiswa muhammadiyah (IMM Jember) kabupaten jember. situs ini dibuat dalam rangka memberi dan menyeber luaskan informasi terkait kegiatan dan hal hal yang dilakukan oleh cabang maupun komisariat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *