Bencana Alam di Kabupaten Jember: Jangan Kambing Hitamkan Curah Hujan!

Designed By Bidang Media Komunikasi PC IMM Jember

MEMASUKI PERGANTIAN tahun 2021 Indonesia disambut dengan adanya bencana alam di berbagai titik daerah provinsi ataupun kota. Bencana alam tersebut seperti; banjir bandang, gempa bumi,  tanah longsor hingga erupsi gunung aktif. Catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan kurang lebih 263 bencana terjadi sepanjang bulan Januari 2021. Data tersebut merupakan rangkuman hingga 31 Januari 2021 pukul 15.00 WIB. Kebupaten jember menjadi salah satu daerah terdampak bencana alam khususnya banjir.

Bencana yang melanda Jember pada bulan Januari ialah banjir bandang dan tanah longsor. Pusat Pengendali Operasional (Pusdalops) BPBD Jember hingga 18 Januari 2021 mencatat bencana banjir dan tanah longsor tersebut tersebar di 18 desa/kelurahan dengan jumlah warga yang terdampak sebanyak 4.178 kepala keluarga (KK). Belum lagi banjir yang terjadi di akhir bulan Januari dan awal bulan Februari di beberapa kecamatan.

Perspektif masyarakat dalam melihat bencana alam mungkin hanya berlandaskan tingginya curah hujan yang mengguyur Jember selama bulan Januari. Hal ini sangat tidak relevan dan bisa dikatakan reaksioner, karena ada banyak faktor yang menyebabkan bencana alam terutama bencana banjir tersebut.

Proses terjadinya banjir tentu saja harus kita ulas dari berbagai aspek. Kita harus bisa melihat lebih jauh bagaimana kemudian bencana alam ini terjadi begitu cepat dan mengakibatkan kerugian tersendiri bagi masyarakat terdampak, entah dari aspek sosial ataupun ekonomi.

Bencana banjir pada umumnya bisa dilahat dari dua faktor. Pertama dari faktor alamiah, jika memandang dari segi alamiah proses terjadinya banjir disebabkan oleh turunnya hujan di suatu daerah dan propagasi limpasan dari daerah hulu pada suatu daerah tangkapan. Kedua ialah faktor non alam, di mana proses non alam ini disebabkan oleh aktivitas manusia yang tidak sadar akan pentingnya menjaga kelestarian alam atau lingkungan hidup di sekitar.

Dari dua faktor tersebut, pemerintah daerah ataupun masyarakat sendiri harus memiliki kesadaran ekologis dan hendaknya tidak berasumsi ala kadarnya (normatif). Kemudian memandang proses terjadinya bencana alam hanya dari faktor alam saja. Seperti salah satu statement yang menyatakan hal demikian ialah orang nomor satu di Indonesia, Presiden Jokowi. “Banjir di kota Barito Kalimantan Selatan disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi” paparnya.

Selama hampir 10 hari berturut-turut dan kemudian menyebabkan volume air di Sungai meluap, saya rasa dalil ini hanya ingin menggiring opini publik demi menutupi kerusakan alam yang telah terjadi. Sehingga, masyarakat berasumsi bahwa faktor terjadinya banjir memang benar-benar bersifat alamiah.

Dokumentasi Oleh Bidang Kesehatan PC IMM Jember di Desa Wonoasri Jember

Kembali lagi ke Kabupaten Jember, jika meninjau faktor terjadinya banjir di Jember sendiri kedua faktor tersebut (alamiah dan non alamiah) termasuk dalam proses sebab akibat. Terjangan banjir, curah hujan yang tinggi bisa saja memang menjadi alasan. Akan tetapi, perlu diperhatikan pula jejak historis terkait apa yang telah terjadi dalam ruang ekologi di Kabupaten Jember, yang mana faktor non alamiah yakni kerusakan lingkungan yang kemudian mengakibatkan mala petaka bagi masyarakat. Perlu kiranya melihat jejak hubungan manusia dengan alam untuk meninjau lebih jauh suatu persoalan sehingga, historis akan menjadi sedikit referensi atas apa yang telah terjadi.

Jika ditarik mundur, pada akhir tahun 2019 Kabupaten Jember dihadapkan dengan kebakaran hutan yang menimpa Gunung Argopuro. Ratusan hektar lenyap sisakan ranting-ranting pohon, dampak kebakaran hutan mendorong datangnya banjir bandang pada bulan Februari 2020 yang menimpa masyarakat Jember. Dari hal ini, kebakaran hutan dapat menjadi faktor mengapa bencana alam pada awal tahun terus terjadi. Saat ini, kita dihadapkan pada kenyataan bahwa lingkungan hidup telah rusak kemudian lahan di sekitar sering terlihat gersang dan hutan banyak yang rusak terbakar. Kondisi demikian membuat bencana alam semakin membabi buta.

Tidak hanya itu, faktor non ilmiah dari perilaku masyarakat sendiri dalam menjaga lingkungan. Seperti kesadaran tentang pentinggnya tidak membuang sampah sembarangan, hingga tata pengelolahan sampah yang telah diatur oleh pemerintah daerah harus berkesinambungan. Kesadaran individu dari masyarakat inilah yang diharapkan dapat mencegah terjadinya bencana alam tersebut. Hal demikian sangat perlu diperhitungkan, banyaknya sampah yang berserakan akan mengakibatkan banjir. Ketika hujan turun dan saluran air atau bendungan akan tersumbat kemudian terjadi penumpukan air yang dapat berakibat jebolnya tanggul hingga air naik ke daratan.

Berbicara sampah, pemerintah daerah bisa dikatakan masih belum maksimal dalam menanggulangi masalah lingkungan, hal ini dilihat dari aspek hukum, yang mana Pemerintah daerah Kabupaten Jember merupakan satu-satunya kabupaten yang tidak memiliki Peraturan Daerah (PERDA) lingkungan di Provinsi Jawa Timur. Persoalan ini diperjelas dengan adanya aksi puluhan truk pengangkut sampah di Kabupaten Jember yang berhenti beroprasi pada 4 Januari 2021 lalu. Penyebabnyaialah karena tidak ada biaya operasional atau anggaran untuk pembelian bahan bakar.

Tentang Perda tersebut, PC IMM JEMBER sebenarnya telah memiliki resolusi terkait penanggulangan sampah berupa Perda Sampah yang telah diusulkan pada 2019 lalu. Akan tetapi, Perda tersebut tidak menjadi prioritas pembahasan.

Dalam hal ini, tidak adil apabila faktor terjadinya bencana alam hanya berdalil atas tingginya curah hujan. Karena faktor non ilmiah dari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan sekitarnya menjadi nilai fundamental dalam proses rentetan bencana alam yang melanda Kabupaten Jember.

*) Oleh Immawan M.Yayan (Ketua Bidang LHK PC IMM Jember)

*) Tim Medkom PC IMM Jember Menerima Opini baik Dari Kader Ataupun Alumni IMM. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Opini Dikirim Ke Alamat Email Immjember@email.com

PC IMM Jember

Website ini adalah situs resmi pimpinan cabang ikatan mahasiswa muhammadiyah (IMM Jember) kabupaten jember. situs ini dibuat dalam rangka memberi dan menyeber luaskan informasi terkait kegiatan dan hal hal yang dilakukan oleh cabang maupun komisariat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *