Din Syamsuddin, Pemikir Radikal Pemberantas Radikalisme

Designed By Bidang Media Komunikasi PC IMM Jember

SEMENJAK PERHELATAN politik terbesar di Indonesia dua periode terakhir, Radikalisme selalu menjadi isu yang cukup seksi untuk diperbincangkan. Ibarat suatu peribahasa, “Di mana ada asap disitu ada api”. Semua yang terjadi bukan tanpa sebab, melainkan ada hal yang mendasari isu radikalisme menjadi hype topik. Kepentingan politik adalah salah satu faktor yang menjadikan isu radikalisme ter-blow up. Asal tuduh radikal untuk menjegal seakan halal untuk dilakukan.

Isu paling baru yakni tuduhan Radikalisme oleh alumni Institusi Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam Gerakan Anti Radikalisme (GAR) kepada mantan Ketua Umum Muhammadiyah, Din Syamsuddin atau yang akrab disapa Pak Din. Pak Din dilaporkan lewat surat terbuka nomor 10/Srt/GAR-ITB/I/2021 yang diklaim diteken 1.977 alumni ITB lintas angkatan dan jurusan tertanggal 28 Oktober 2020 lalu. Pokok permasalahan yang membuat Pak Din dilaporkan terkait radikalisme adalah perihal kiprahnya di KAMI atau Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia. Kita semua tahu bahwa KAMI selalu kritis kepada rezim Jokowi.

Padahal jauh sebelum itu, tepatnya saat Pak Din masih menjabat sebagai PP Muhammadiyah. Beliau pernah menyampaikan tentang sikap kritis terhadap negara yang pesannya terkutip pada buku Muhammadiyah Untuk Semua, “Muhammadiyah tidak akan sungkan untuk melakukan koreksi apabila pemerintah menyeleweng dari UU termasuk dari nilai-nilai agama, ini bentuk sikap yang bersifat loyal kritis dari Muhammadiyah”. Namun feedback dari rezim saat ini mengenai tuduhan radikalisme kepada sosok  yang gencar ber-oposisi dapat menjadi hipotesis positif bahwa sekali lagi benar adanya isu radikalisme menjadi senjata kepentingan politik. Padahal jika kita berfikir dan mau untuk menelaah kembali, semangat Din Syamsuddin dalam perjuangannya lewat KAMI tidak lain dan tidak bukan hanya untuk kepentingan memperjuangkan politik nilai. Menurutnya, KAMI adalah gerakan moral seluruh rakyat Indonesia untuk menegakkan kebenaran dan keadilan sosial. Padahal statement pada awal deklarasi KAMI tersebut mengisyaratkan bahwa beliau berusaha melebarkan sayap dalam rangka ber-Amar Ma’ruf Nahi Munkar. Hal inipun sesuai dengan gerakan Muhammadiyah.

 Muhammadiyah sendiri menempatkan diri sebagai gerakan islam moderat, umatan wasathan, tampil sebagai saksi kebenaran, kebaikan, dan keindahan islam di muka bumi. Din Syamsuddin sedikit banyak telah mencerminkan Muhammadiyah dalam bergerak dan bernegara. Beliau merupakan sosok yang memiliki pemikiran kritis dan mengakar. Karena pemikiran-pemikirannya, beliau kerap menjadi inisiator dalam forum-forum internasional yang berkenaan dengan perdamaian, toleran,  anti kekerasan, dan lain-lain. Pada tahun 2018 beliau menjadi inisiator sekaligus penyelenggara Konsultasi Tingkat Tinggi (KTT) Ulama dan Cendekiawan Muslim Dunia di Bogor. Hal yang dibahas di dalamnya ialah tentang revitalisasi Islam Wasatiyyat (jalan tengah) itu menunjuk pada gerakan moderasi Islam sebagai agama yang ramah, damai, toleran dan anti kekerasan. Beliau juga terpilih sebagai Presiden Asian Conference of Religions for Peace (ACRP) dalam Assembly di Incheon, Korea pada 25-28 Agustus 2014. ACRP adalah organisasi para tokoh berbagai agama dari 22 negara Asia.

Selain itu, Din Syamsuddin juga terpilih sebagai Ketua Konferensi Dunia Agama untuk Perdamaian (World Conference on Religion for Peace/WCRP). Dalam sidang ke-8 organisasi tersebut yang berlangsung di Kyoto, Jepang 25-29 Agustus 2006 sebagai ketua kehormatan. Ini hanya sedikit dari banyaknya track record beliau yang bergerak dan mengedepankan kemaslahatan ummat untuk tujuan menumpaskan kemunkaran. Naif kiranya apabila sosok Din Syamsuddin dituduh sebagai pribadi yang berlabelkan radikalisme, karena hal tersebut telah terbantahkan dengan sendirinya apabila kita paham bagaimana kiprahnya baik dari pemikiran dan langkah konkrit beliau dalam peneguhan dan pencerahan untuk kemajuan bangsa.

*) Oleh IMMawan Habibi Amsa Alfany (Bidang Kader IMM Justitia)

*) Tim Medkom PC IMM Jember Menerima Opini baik Dari Kader Ataupun Alumni IMM. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Opini Dikirim Ke Alamat Email Immjember@email.com

PC IMM Jember

Website ini adalah situs resmi pimpinan cabang ikatan mahasiswa muhammadiyah (IMM Jember) kabupaten jember. situs ini dibuat dalam rangka memberi dan menyeber luaskan informasi terkait kegiatan dan hal hal yang dilakukan oleh cabang maupun komisariat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *