Internasional Women’s Day Hari Baik Memulai Gerakan Perempuan

Designed By Bidang Media Komunikasi PC IMM Jember

PERKEMBANGAN masyarakat dari masa ke masa, tidaklah dapat dipisahkan dari kontradiksi atau pertentangan antar kelompok yang ada di dalam masyarakat. Dalam kacamata positif kontradiksi itulah, yang menjadikan masyarakat senantiasa berkembang. Diantara banyaknya kontradiksi itu, salah satunya adalah kontradiksi mengenai posisi perempuan ditengah-tengah masyarakat khususnya posisi perempuan diIndonesia. Dimana kita tahu, streotip negatif terhadap perempuan di Indonesia cukup tinggi. Dikesempatan Internasional Women’s Day kali ini, perlu kiranya kita melewan streotip negatif tersebut.

Internasional Women’s Day yang diperingati setiap 8 Maret, oleh perempuan di seluruh dunia, membuka kesempatan perempuan untuk menyerukan kesetaraan gender dan kebangkitan perempuan yang juga mempunyai peran penting dalam membangun peradaban dunia. Iniwaktu yang tepat untuk merenungkan perubahan, kemajuan dan menyerukan keberanian tekad perempuan. Perempuan juga mempunyai peran yang luar biasa dalam membangun sejarah kehidupan seperti Khadijah yang mempunyai peran penting dalam dakwah Nabi, Nyai Walidah tokoh penggerak pendidikan perempuan, dan marsinah sebagai aktivis buruh yang terbunuh pada 8 Mei 1993.

Namun, keadaan sekarang kontradiktif, masih ada perempuan yang belum mendapatkan haknya secara penuh, perempuan yang terdiskriminasi, pelecehan serta kekerasan seksual, juga mempekerjakan perempuan dengan upah murah. Tak kalah pentingnya, peempuan belum punya banyak peluang duduk di jabatan publik maupun politik, sekedar jadi komoditas bukan prioritas.

Sejarah Internasional Women’s Day berawal dari sebuah protes masa dan aksi kolektif yang diorganisir oleh dan untuk perempuan, seperti peristiwa pada tanggal 8 maret 1857, para buruh perempuan di pabrik pakaian dan tekstil (disebut “buruh garmen”) di kota New York, Amerika Serikat mengadakan sebuah aksi protes. Mereka menentang kondisi tempat kerja yang  tidak manusiawi dan upah yang dibawah rata-rata.

Selain itu juga terdapat suatu tragedi besar di Triangle Fire di New York yang mengakibatkan 140 perempuan kehilangan hak dan nyawanya, peristiwa berdarah ini mendapat banyak sorotan terkait dengan kondisi kerja dan perundangan perburuhan di Amerika Serikat yang kemudian menjadi fokus advokasi dalam peringatan Internasional Women day selanjutnya.

Kongres Perempuan Internasional yang pertama (1878) menggagas mengenai konsep kesetaraan hak perempuan dengan laki-laki untuk kemudian diperjuangkan di berbagai negri, khususnya dalam hal kesetaraan atas upah, kesejahteraan, pendidikan dan aktivitas politik. Di Amerika Serikat (1903), serikat buruh perempuan yang berkampanye untuk hak pilih bagi perempuan mendirikan liga serikat buruh perempuan, untuk membantu mengorganisir kaum perempuan yang berada disektor kerja upahan untuk memperjuangkan kepentingan politik dan kesejahteraan ekonomi mereka. Tahun (1908) sekitar 15.000 perempuan melakukan long march menebus kota New York menuntut jam kerja yang lebih pendek, gaji yang lebih baik, dan diberikan hak pilih. Pada tanggal 8 Maret 1975 menetapkan Wonen’s Year dam Women’s mont. Namun penetapan tanggal 8 maret sebagai Internasional Women’s day pada tahun 1978

Beberapa peristiwa sejarah yang telah dijelaskan di atas membuktikan bahwa perempuan mempunyai tingkat pengetahuan dan kesadaran yang semakin maju dari tahun ketahun dengan hakikatnya apa yang mereka lakukan hanyalah untuk mengubah kehidupannya menjadi lebih baik, dan sejarah gerakan perempuan tidak lahir begitu saja, butuh waktu yang lama dan membutuhkan pengorbanan yang begitu besar untuk melawan sistem yang ada.

Dari perjuangan perempuan-perempuan bisa diambil sebuah pembelajaran bahwa asumsi terhadap sosok perempuan sebagai kaum lemah, cengeng, dan mengutamakan emosional setiap mengatasi permasalahan, sedikit demi sedikit harus dikesampingkan. Berilah perempuan ruang dan kebebasan sesuai kemampuannya.

Banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus segera kita selesaikan atau minimal kita kurangi jumlahnya misal dalam catatan tahunan KOMNAS Perempuan, tercatat ada 413.471 kasus kekerasan terhadap perempuan. dalam kurun wakktu 12 tahun terahir, kekerasan terhadap perempuan meningkat hampir 800 persen atau 8 kali lipat. Selain itu, ada 55.273 kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan langsung. Sebanyak 8.964 kasus dicatat sebagai tindak perkosaan. Kasus kekerasan seksual. Data tersebut, angka yang sangat besar perlu langkah panjang dan kebersamaan untuk menanggulanginya.  

#Choose to Challenge memilih untuk menantang, yang memiliki makna menantang tentang ketidaksetraan gender serta ajakan untuk merayakan pencapaian perempuan. Hari ini perempuan harus berkomitmen kepada perjuangan melawan segala bentuk penindasan terutama apa yang ada pada tubuh perempuan itu sendiri. Senantiasa melakukan propaganda dan mobilisasi perempuan-perempuan disekitar kita agar ikut serta dalam perjuangkan keadilan terhadap hak-hak perempuan.

*) Oleh IMMawati Sulik Wahyuni (Kabid IMMawati PC IMM Jember)

*) Tim Medkom PC IMM Jember Menerima Opini baik Dari Kader Ataupun Alumni IMM. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Opini Dikirim Ke Alamat Email Immjember@email.com

PC IMM Jember

Website ini adalah situs resmi pimpinan cabang ikatan mahasiswa muhammadiyah (IMM Jember) kabupaten jember. situs ini dibuat dalam rangka memberi dan menyeber luaskan informasi terkait kegiatan dan hal hal yang dilakukan oleh cabang maupun komisariat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *