Refleksi Milad IMM ke-57, Rekonstruksi Gerakan Membumikan Gagasan, Membangun Peradaban

Designed By Bidang Media Komunikasi PC IMM Jember

Tak terasa 57 tahun (14 Maret 1964 -14 Maret 2021) IMM meneguhkan komitmen membangun peradaban dan bangsa. Milad IMM kali ini perlu dijadikan refleksi ikhtiar IMM dalam meneguhkan komitmen dan integritasnya membangun peradaban bangsa dan agama. Melalui karya nyata IMM turut andil memberikan solusi dalam setiap permasalahan keumatan dan kebangsaan. Tentu IMM telah membuktikan bahwa eksistensinya tak dapat dipandang sepele dalam konstalasi gerakan mahasiswa.

Organisasi yang mendeklarasikan diri sebagai gerakan intelektual dan perubahan ini telah berumur 57 tahun, usia yang dapat dibilang cukup dewasa dan matang secara gagasan dan gerakan. Ibarat manusia di umur 57 tahun sudah banyak asam garam yang telah dilalui dalam rangka meneguhkan diri di hadapan dunia. Melalui “Ilmu Amaliah dan Amal Ilmiah”, IMM bertransformasi menjadi garda gerakan intelektual muda Muhammadiyah yang mencerahkan dan membebaskan.

Tentu tak cukup hanya menyanjung Milad sebagai perayaan kelahiran IMM. Akan tetapi perlu kita jadikan Milad kali ini sebagai evaluasi gagasan dan gerakan IMM secara holistik, baik internal maupun eksternal menguji integritas IMM menyemai peradaban kaum milenal terdidik (akademisi) yang berakhlak mulia menghadapi era revolusi industri, teknologi dan informasi abad 21.

Melalui Trilogi dan Tri Kompetensi Dasar, tentu IMM menjadi organisasi paripurna secara konseptual dan ideologi gerakan. Bagaimana tidak, mengingat lini gerak IMM yang sangat luas secara sasaran memiliki tiga arah gerak yakni Kemahasiswaan, Keagamaan dan Kemasyarakatan. Lalu tiga kompetensi dasar kader IMM yakni Intelektualitas, Relegiusitas dan Humanitas menjadi dasar utama gerakan IMM yang berkarakter “Anggun dalam Moral dan Unggul dalam Intelektual”.

Tak tanggung-tanggung, DPP IMM kali ini membawa tema besar menyambut Milad IMM ke-57 “Membumikan Gagasan, Membangun Peradaban”. Tentu bukan tanpa alasan sederhana, di tengah negeri yang sedang berjuang menghadapi pandemi, bertahan dan akhirnya juga berkawan dengan virus industrialisasi teknologi yang lebih dikenal dengan Covid-19.

Perkembangan peradaban merupakan sebuah keniscayaan, apalagi berbicara soal gerakan mahasiswa. Publik keliru apabila menilai gerakan mahasiswa abad ini dikomparasikan dengan gerakan mahasiswa di era 98 yang penuh dengan heroisme perjuangan menyudahi kediktatoran Orde Baru. Akan tetapi, sejatinya gerakan mahasiswa adalah gerakan intelektual. Mengapa di era 98 aktivis gerakan mahasiswa terus melawan di bawah komando bapak Amien Rais bukan tanpa sebab, karena rezim Soeharto tidak memberikan hak kebebasan berpendapat sehingga mau tidak mau jalan satu-satunya adalah turun ke jalan.

Tidak menyatakan bahwa gerakan turun jalan tidak penting lagi dilakukan. Tetapi mari kita renungkan format baru gerakan kritik terhadap kebijakan-kebijakan kontra keadilan dan HAM. Kita harus sadari bersama bahwa dewasa ini kritik tak hanya dapat disuarakan melalui gerakan masa. Di era industrialisasi teknologi dan perubahan zaman IMM harus memahami bahwa ada transisi media perlawanan terhadap kedzaliman. Tentu tema membumikan gagasan ini jangan sampai liar ditafsirkan sehingga membuat kita terlena karena hanya terus bernarasi tanpa melakukan gerakan perubahan nyata.

Para Immawan dan Immawati putra harapan penyambung hidup generasi mari kita satukan pikir dan berkolaborasi merekonstruksi format gerakan seperti apa yang akan kita bangun, sehingga IMM mampu terus memberikan kebermanfaatan, pencerahan dan perubahan dalam rangka membumikan gagasan dan membangun peradaban.

Narasi kedaulatan ekologi dan ekonomi digagas IMM Jember sebagai tema gerakan tahun ini adalah ijtihad IMM Jember meneguhkan peran dan kontribusinya membangun peradaban masyarakat berkesejahteraan. Tentu tak cukup narasi tetapi gagasan besar itu wajib ditransformasikan melalui gerakan nyata hingga akar rumput (grassroots) IMM jember.

Harapannya, melalui gagasan ini IMM Jember menjadi pionir yang mampu mewujudkan harapan besar DPP IMM melalui tema Milad tersebut. Tidak lain tulisan ini dibuat dengan tujuan menjadi pemantik spirit kader IMM untuk terus mengasah pikir dan gerakannya dalam rangka mewujudkan cita-cita IMM.

Selamat Milad Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ke 57. Fastabiqul khairaat.

*) Oleh Nur Halim (Sekretaris Umum PC IMM Jember)

*) Tim Medkom PC IMM Jember Menerima Opini baik Dari Kader Ataupun Alumni IMM. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Opini Dikirim Ke Alamat Email Immjember@gmail.com

PC IMM Jember

Website ini adalah situs resmi pimpinan cabang ikatan mahasiswa muhammadiyah (IMM Jember) kabupaten jember. situs ini dibuat dalam rangka memberi dan menyeber luaskan informasi terkait kegiatan dan hal hal yang dilakukan oleh cabang maupun komisariat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *